Herru23’s Weblog

Februari 29, 2008

Phylum Protozoa

Filed under: Paleontologi — herru23 @ 2:22 pm

Protozoa merupakan binatang yang paling sederhana. Pada umumnya memiliki ukuran kurang dari 1 µ ( 1 micron =  0,001 mm ). Kadang-kadang ada juga yang berukuran 2  cm lebih, misalnya Golongan Foraminifera.

Berdasarkan  ukuran foraminifera, terbagi atas foraminifera kecil dan foraminifera besar. Akibatnya kita  harus mengadakan  metode analisa yang  berbeda untuk foram besar dan foram kecil. Pemakaiannya pun berbeda.

Bagian tubuh Protozoa :

Pada garis besarnya bagian tubuh Protozoa terdiri dari 2 bagian :

a.       Inti

b.      Protoplasma

Baik protoplasma  maupun inti mempunyai  bentuk yang labil. Protoplasma berfungsi sebagai :

o       Alat untuk bergerak yang disebut Pseudopodia (kaki semu), yaitu dengan jalan merubah bentuk protoplasma.

o       Sebagai alat  pencernaan makanan.

o       Sebagai alat menangkap mangsanya

o       Alat berkembang biak.

Perkembangbiakan :

Kita mengenal  2 cara perkembangbiakan  daripada protozoa, yaitu :

a. Asexual, yaitu dengan  jalan membelah diri. Baik protoplasma maupun inti.

b. Sexual, yaitu pertemuan sel jantan dan sel betina.

Dengan sendirinya kapan terjadi proses Asexual  dan sexual, hal ini tergantung dari kemampuan. Jika energi untuk Asexual cukup  maka ia akan mengadakan perkembangbiakan  secara Asexual. Demikian juga  dengan cara sexual.

 Klasifikasi :

Dasar klasifikasi yang digunakan untuk phyllum ini yaitu didasarkan atas cara bergeraknya. Cara bergerak berdasar Pseudopodia (kaki semu ).

Pada protozoa ada 3 macam alat bergerak, yaitu :

a)      Axopodia : ( Axo = Axis, —– kaki semu ).

b)      Cilia : Bulu getar, bulu getar tersebut akan  berada disekitar  badan protozoa.

c)      Flagella.

Berdasarkan atas cara bergerak tersebut, maka sarjana : Kudo (1946) membagi dalam beberapa klas :

a)      Klas Mastigospera

-         Mempunyai  suatu inti dengan beberapa flagella yang hampir memyerupai seperti Cilia.

-         Hidup di air tawar maupun laut secara planktonik.

b)      Klas Sarcodina

-         Hidup Solider (berkoloni) baik dilingkungan air tawar maupun air laut sampai kedalaman 5000 m..

-         Bergerak dengan pseudopodia.

c)      Klas Sporozoa

-         Mempunyai dinding sel.

-         Berkembang secara sexual maupun asexual.

d)      Klas Ciliata

-         Mempunyai dinding sel dan bercilia.

-         Hidup dilingkungan air tawar  dan membentuk test yang disebut Lorica  dan ini dijumpai sebagai fosil.

e)      Klas Sactoria

-         Mempunyai Cilia waktu masih muda saja dan akan berubah menjadi tentakel (kaki-kaki)  pada bentuk dewasa.

-         Hidup diair tawar dan air laut, tidak dijumpai sebagai fosil.

About these ads

1 Komentar »

  1. thank’s infonya…

    Komentar oleh Kamus Pengetahuan — Maret 20, 2009 @ 12:57 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: