Herru23’s Weblog

Februari 29, 2008

Facies Pada Lingkungan Pengendapan

Filed under: Geologi Teknik — herru23 @ 2:49 pm

Facies Fluviatil

 

Sungai Bermeander

Sungai ini mempunyai aliran yang berkelok-kelok dan pada kedua tepinya yang berlawanan menunjukkan proses yang berbeda-beda. Pada salah satu tepi terjadi proses erosi dan pada tepi yang lain terjadi sedimentasi ecara akresi.

Secara morfologi, sungai bermeander terdiri dari bagian-bagian, yaitu :

Point bar ; pada bagian ini terjadi pengendapan secara akresi dari hasil erosi pada tepi yang berlawanan.

Channel ; selalu tergenang oleh lairan sungai, dimana pada bagian dasarnya terdiri lag deposit berupa material-material gravelan.

Leeve ; merupakan bagian tepi sungai denan tebing yang relatif lebih terjal, mengalami erosi yang diendapkan pada point bar.

Sungai Terayam

Sungai teranyam lebih banyak dijumpai pada daerah-daerah arid dan semiarid, dimana fluktasi aliran merupakan faktor yang sangat penting. Secara umum, sungai teranyam terdiri atas facies—facies :

Channnel floor ; lag deposit yang kasar, ditutupi oleh trough cross bedding yang kurang jelas.

Sekuen bar channel ; trough cross bedding yang nyata dan susunan planar cross bedding yang besar dengan orientasi arus purba yang divergen.

Sekuen bar top ; susunan-susunan planar tabular cross bedding yang lebih kecil dan lapisan tipis dari akresi vertikal yang berupa batulanau dengan struktur laminasi berselang-seling dengan batulempung, serta batupasir cross sertifikasi sudut rendah.

Kipas Lembab (Humid Fun)

Merupakan kipas alluvial yang berkembang dalam iklim lembab. Terjadi pada lingkungan pengendapan yang disebabkan oleh perbedaan relief yang tinggi dan mempunyai kesamaan dengan kipas di daerah iklim kering, hanya saja suplai air terus menerus. Faciesnya dapat dibagi atas 3 macam, yaitu :

Facies kipas proximal ; didominasi oleh gravel, perlapisan tidak jelas dan imbrikasi tersebar secara luas.

Facies mid-fan ; dicirikan oleh unit antara lapisan gravel dan cross stratification serta pebly sandstone. Struktur scouring sangat jelas pada bagian dasar masing-masing bagian.

Facies distal ; mempunyai lebih banyak variasi dan karakteristik, miaslnya trough cross stratification sandstone.

Facies Lacustrine

Pada umumnya danau-danau mempunyai tubuh yang kecil jika dibandingkan dengan tubuh air laut. Namun tidak menutup kemungkinan adanya danau yang lebih besar dari tubuh air laut, contohnya Laut Kaspia lebih besar dari pada Teluk Persia.

Dalam kenyataanya banyak danau yang berukuran besar dan memounyai kedalaman hingga ratusan meter. Danau yang besar banyak menyerupai lautan dipandang dari proses fisik maupun sedimentasi. Adanya sedimentasi pelagis umumnya dipengaruhi oleh gelombang dan khas dengan partikel sedimen berbutir halus seperti batulempung dan batulanau.

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: